Nabire, Papua Tengah – nabiremuslim.com – Yayasan Insan Mandiri kembali menggelar kegiatan Sehari Bersama Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan dalam rangka mempererat ukhuwah serta memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Yayasan Al Amin, S.Pt., Kepala Sekolah mulai dari tingkat TKIT hinga SMPIT,jajaran pengurus Yayasan Insan Mandiri, serta dewan guru.
Kehadiran para pimpinan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan spiritual di lingkungan yayasan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial Ramadhan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi bersama Al-Qur’an diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan meningkatkan kualitas keimanan seluruh peserta.
Pada tahun 2026 ini, kegiatan mengusung tema “Keberkahan Al-Qur’an Menjaga Harmonisasi Keluarga.” Tema tersebut dipilih sebagai respons atas tantangan kehidupan keluarga di era modern yang semakin kompleks.
Yayasan ingin menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan sebagai pedoman dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Nilai kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, serta kasih sayang menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tilawah mandiri, dengan target masing-masing peserta menyelesaikan dua juz.
Suasana khusyuk terasa saat peserta larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Andy Kurniawan, M.Pd.
Dalam materinya, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kurikulum hidup.
Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya didengarkan, tetapi harus meresap ke dalam jiwa dan membentuk karakter.
“Setiap ayat yang dibaca seharusnya membawa perubahan: memperbaiki akhlak, meluruskan niat, dan menguatkan langkah dalam ketaatan,” ujarnya.
Setelah shalat Dzuhur dan istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi menghafal Surah Asy-Syu’ara.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi hafalan sebagai bentuk komitmen memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an.
Usai shalat Ashar, tausiyah kedua disampaikan oleh Ustadz Khairil Amrillah, S.Pd. Ia mengangkat kisah keteladanan Nabi Nuh yang istiqomah dan sabar dalam berdakwah.
Sosok Nabi Nuh dinilai sebagai panutan dalam membangun keluarga yang kuat di tengah ujian dan tantangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dzikir bersama yang dipandu oleh Ustadz Ryan Farkhan.
Lantunan dzikir berjamaah semakin menambah kekhusyukan suasana menjelang waktu berbuka.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan hadiah dalam beberapa kategori, di antaranya:
- peserta yang mampu menjawab pertanyaan pemateri.
- Penghafal surah Asy - Syuara terbanyak
- Tilawah terbanyak selama kegiatan
- Tilawah terbanyak sejak awal Ramadhan hingga hari ketiga.
Momentum buka puasa bersama menjadi penutup rangkaian kegiatan.
Kebersamaan antara pengurus, guru, dan seluruh peserta semakin terasa hangat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Diharapkan, soliditas internal yayasan semakin kuat dalam menjalankan program pendidikan dan dakwah.
Kepada nabiremuslim.com, Direktur Yayasan, Al Amin menyampaikan harapannya. “Melalui kegiatan ini, Yayasan Insan Mandiri berharap keberkahan Al-Qur’an benar-benar hadir dalam setiap keluarga besar yayasan, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, penuh cinta, dan diridhai Allah,” ujarnya.

















