Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

BEDAH BUKU “KETIKA SUAMI…” DI NABIRE DORONG LITERASI RUMAH TANGGA BERBASIS NILAI ISLAM

NABIRE — Upaya membangun peradaban Islam yang kuat tidak terlepas dari penguatan budaya literasi, khususnya dalam lingkup keluarga. Kesadaran inilah yang mewarnai pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-1 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Tengah yang digelar di Kabupaten Nabire.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Muswil, DPW Hidayatullah Papua Tengah menggelar bedah buku bertajuk “Ketika Suami…” di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Nabire, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan suasana reflektif dan edukatif yang menekankan pentingnya literasi rumah tangga berbasis nilai-nilai Islam.

Bedah buku tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis di kalangan guru, orang tua, dan santri. Literasi dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas keluarga, pendidikan, serta masyarakat yang berakhlak dan beradab.

Dalam pemaparannya, Abdul Syakir selaku resensator mengulas buku karya Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, yang dinilai relevan dengan realitas sosial saat ini. Ia menyoroti meningkatnya konflik rumah tangga yang kerap berujung pada perceraian akibat minimnya literasi dalam memahami peran dan kondisi pasangan.

“Banyak percekcokan suami istri berujung pada perceraian karena rendahnya literasi dalam memahami peran dan kondisi pasangan. Ketika pengetahuan dan kedewasaan emosional rendah, persoalan kecil mudah berubah menjadi konflik besar,” ujar Abdul Syakir.

Ia juga menambahkan bahwa rendahnya literasi keluarga sering kali membuat pasangan, khususnya para istri, mengalami kelelahan emosional dan kebingungan dalam menghadapi dinamika rumah tangga. Buku Ketika Suami… dinilai hadir sebagai panduan yang membantu memahami kondisi tersebut secara lebih bijak.

Sementara itu, Dr. Abdul Ghofar Hadi menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari pengamatannya terhadap kegelisahan banyak istri dalam memahami karakter dan perubahan sikap suami. Menurutnya, suami adalah manusia biasa yang memiliki fase naik dan turun secara psikologis maupun emosional.

“Judul ‘Ketika Suami…’ menggunakan titik-titik karena ada banyak sisi dalam diri suami yang perlu dipahami. Ada fase marah, sakit, cemburu, perubahan sikap, hingga persoalan ekonomi yang memengaruhi kondisi emosional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa buku ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan memberikan panduan berbasis ilmu dan pengalaman agar istri mampu menyikapi perubahan sikap suami dengan tenang, tidak terburu-buru berprasangka, serta mampu mencari solusi secara arif sesuai tuntunan Islam.

Kegiatan bedah buku ini disambut antusias oleh peserta Muswil. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, terutama pada sesi tanya jawab yang banyak diikuti oleh para ibu. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan akan literasi keluarga yang berakar pada nilai-nilai Islam dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, DPW Hidayatullah Papua Tengah menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dari dakwah dan pembangunan manusia, yang dimulai dari keluarga sebagai pilar utama peradaban Islam.

Sumber: hidayatullah.or.id