Tingkatkan Kualitas Dakwah, Puluhan Khatib Se-Kabupaten Nabire Ikuti Penyegaran di Masjid Agung Al-Falah
NABIRE – nabiremuslim.com – Dalam upaya memperkuat peran mubaligh dalam menyampaikan pesan-pesan kesejukan dan edukasi kepada masyarakat, para dai dan khatib se-Kabupaten Nabire berkumpul di Masjid Agung Al-Falah untuk mengikuti kegiatan Penyegaran Dai dan Khatib, Minggu (8/3).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Falah, tokoh agama, serta para khatib yang datang dari berbagai distrik di wilayah Kabupaten Nabire.
Tujuan Strategis Kegiatan
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan memiliki beberapa tujuan fundamental, di antaranya:
Standarisasi Kompetensi: Menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas materi khotbah agar selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Adaptasi Zaman: Membekali para khatib dengan kemampuan komunikasi modern agar dakwah lebih mudah diterima oleh generasi muda dan masyarakat luas.
Penguatan Literasi Sosial: Memberikan pemahaman mendalam mengenai isu-isu sosial terkini agar khatib mampu memberikan solusi religius terhadap masalah di tengah masyarakat.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Kegiatan ini menjadi kian istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Nabire yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif penyelenggaraan acara ini sebagai langkah strategis menjaga harmoni umat. Dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama.
"Khatib memiliki peran krusial sebagai jembatan informasi dan pemersatu umat. Melalui penyegaran ini, kita berharap pesan-pesan yang disampaikan di mimbar ke depan semakin relevan dengan tantangan zaman dan tetap menyejukkan hati masyarakat," ujar Wakil Bupati.
Materi Utama dari Tiga Pakar
Untuk membekali para peserta, panitia menghadirkan tiga narasumber ahli yang mengupas dakwah dari berbagai sudut pandang:
Prof. Dr. H. Muhammad Agus, S.Th.I., M.Th.I.
Beliau memaparkan materi fundamental mengenai Makna dan Tujuan Berdakwah. Dalam narasinya, Prof. Agus mengingatkan bahwa dakwah bukan sekadar retorika, melainkan upaya tulus untuk mengajak kebaikan sesuai tuntunan syariat.
Ustadz Andy Kurniawan, M.Pd.I.
Fokus pada aspek teknis, beliau memberikan pelatihan mengenai Public Speaking. Materi ini bertujuan agar para khatib mampu menyampaikan pesan secara efektif, sistematis, dan menarik perhatian jemaah di era digital saat ini.
Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Pd.
Beliau membedah fenomena sosial kontemporer terkait Trust Issue dalam Masyarakat. Dr. Mukayat menekankan bagaimana seorang dai harus mampu membangun kembali kepercayaan publik melalui integritas dan penyampaian pesan yang jujur serta solutif.
Harapan Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, ketua umum dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire K.H. Rochimin Abdurrohman, S.Pd. yang memberikan pesan mendalam bagi para peserta. MUI menitipkan harapan besar agar para khatib menjadi garda terdepan dalam menjaga ukhuwah.
MUI berharap agar seluruh khatib di Nabire:
Menjaga Marwah Mimbar: Menghindari materi khotbah yang bersifat provokatif atau mengandung unsur ujaran kebencian.
Menjadi Penyejuk (Washatiyah): Mengedepankan dakwah yang moderat (wasathiyah) agar pesan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Nabire yang majemuk.
Update Terhadap Isu Kontemporer: Terus memperkaya wawasan agar mampu menjawab kegelisahan umat dengan dalil yang kuat namun dengan penyampaian yang santun.

















