Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Menebar Berkah di Pelataran Masjid: Upaya MUI Teluk Kimi Ringankan Dapur Umat di Bulan Suci

  • Menebar Berkah di Pelataran Masjid: Upaya MUI Teluk Kimi Ringankan Dapur Umat di Bulan Suci

NABIRE – nabiremuslim.com - Di tengah khusyuknya lantunan ayat suci yang menggema dari menara-menara masjid di Distrik Teluk Kimi, terselip sebuah senyum syukur dari wajah para ibu rumah tangga. Pagi itu, pelataran masjid tidak hanya menjadi saksi ibadah ritual, tetapi juga menjadi saksi nyata kepedulian sosial melalui Gerakan Pangan Murah Berbasis Masjid.

Program yang diinisiasi oleh MUI Distrik Teluk Kimi ini hadir sebagai oase di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap mencekik kantong masyarakat saat Ramadhan. Dengan tajuk "Ramadhan Berkah, Pangan Terjangkau untuk Ummat", MUI menggandeng Muslimat NU, Fatayat NU, DMI, serta mendapat pengawalan hangat dari Satuan Brimob Polda Papua Tengah.

Lebih Dari Sekadar Mimbar Ibadah

Bagi Ketua MUI Distrik Teluk Kimi, peran ulama di masa kini tidak boleh hanya berhenti di atas mimbar. Beliau menegaskan bahwa menjaga perut umat agar tetap kenyang adalah bagian dari menjaga iman mereka.

"MUI tidak hanya berperan dalam membina kehidupan spiritual umat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir bersama pemerintah dalam meringankan beban kebutuhan dasar masyarakat," ujarnya dengan nada rendah namun penuh penekanan.

Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIT hingga menjelang waktu Dzuhur. Berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaannya:

  1. 10 Maret 2026: Masjid Al-Hikmah Kimi.

  2. 12 Maret 2026: Masjid Al-Azhar Samabusa.

  3. 14 Maret 2026: Masjid Ar-Rahim Waharia.

  4. 16 Maret 2026: Masjid An-Nas Samabusa.

Sejak pukul 09.00 WIT, masyarakat sudah mulai memadati titik-titik lokasi yang ditentukan. Dimulai dari Masjid Al-Hikmah Kimi pada 10 Maret lalu, estafet kebaikan ini berlanjut ke Masjid Al-Azhar Samabusa (12 Maret), dan akan menyapa warga di Masjid Ar-Rahim Waharia (14 Maret) serta berakhir di Masjid An-Nas Samabusa pada 16 Maret mendatang.

Gundukan karung beras, deretan minyak goreng yang berkilau tertimpa matahari pagi, hingga tumpukan telur ayam menjadi pemandangan yang menyejukkan. Bagi warga kurang mampu, selisih harga seribu atau dua ribu rupiah sangatlah berarti untuk menyambung nafas dapur hingga hari kemenangan tiba.

Tujuan Strategis Kegiatan Setidaknya ada tiga tujuan utama dibalik terselenggaranya Gerakan Pangan Murah ini:

  • Bantuan Sosial: Membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan yang biasanya mengalami kenaikan harga selama bulan Ramadhan.

  • Sinergitas: Mempererat tali ukhuwah Islamiyah serta membangun sinergi yang kuat antara ulama (tokoh agama), umara (pemerintah), dan aparat keamanan.

  • Stabilitas: Meningkatkan kepedulian sosial sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nabire melalui pendekatan kegiatan sosial keagamaan yang positif.

Menjalin Ukhuwah di Balik Transaksi

Namun, kegiatan ini bukan sekadar jual-beli. Di sela-sela antrean, terlihat obrolan hangat antara para ulama, ibu-ibu Muslimat, dan aparat keamanan. Inilah esensi dari Sinergitas Ulama, Umara, dan Aparat.

Tujuan besarnya jelas: selain membantu ekonomi, kegiatan ini adalah cara halus untuk menjaga stabilitas keamanan di Nabire. Ketika perut kenyang dan hati merasa dipedulikan, kedamaian akan tumbuh dengan sendirinya di tengah masyarakat. Melalui kepedulian sosial ini, MUI Distrik Teluk Kimi membuktikan bahwa masjid adalah jantung kehidupan—tempat di mana spiritualitas dan kesejahteraan sosial bertemu dalam satu tarikan nafas.