Menenun Kembali Benang Ukhuwah Halal Bihalal diadakan Oleh Keluarga Besar MUI Kabupaten Nabire di Kediaman KH. Rohimin
NABIREMUSLIM.COM – Gema takbir Idul Fitri 1447 H mungkin perlahan mulai melirih, namun semangat kemenangan dan kesucian hati justru semakin menguat di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire. Pada Sabtu pagi yang cerah, 28 Maret 2026, sebuah pertemuan penting namun sarat kekeluargaan terajut indah di bawah atap Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal.
Lokasi yang juga merupakan kediaman pribadi Ketua Umum MUI Kabupaten Nabire, KH. Rohimin Abdurrahman, S.Pd. , bertransformasi menjadi titik temu bagi para pejuang dakwah dari berbagai penjuru bumi Cenderawasih, khususnya di wilayah Nabire.
Simpul Pertemuan Lintas Distrik
Kegiatan bertajuk "Halal Bihalal Pengurus MUI Kabupaten Nabire" ini bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah ruang jeda, tempat di mana para pengurus melepaskan penat setelah sebulan penuh berkhidmat melayani umat selama Ramadhan, sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas ukhuwah Islamiyah yang menjadi fondasi utama pergerakan organisasi.
Sejak pagi, suasana hangat mulai terasa saat satu per satu tamu undangan hadir. Kehadiran para tokoh dari berbagai distrik menjadi bukti nyata bahwa soliditas MUI Nabire tidak pernah luntur. Tampak hadir jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari berbagai wilayah strategi, mulai dari Distrik Nabire , Nabire Barat (Nabar) , Teluk Kimi , hingga mereka menempuh perjalanan cukup jauh dari Yaro , Uwapa , Wanggar , dan Makimi .
Pertemuan ini seolah menjadi miniatur persatuan umat Islam di Kabupaten Nabire, di mana para pemegang amanah dari pesisir hingga pedalaman duduk bersimpuh dalam satu majelis yang sama.
Dalam sesinya, KH. Rohimin Abdurrahman, S.Pd., tampil dengan wajah yang penuh keteduhan. Beliau mengawali narasinya dengan ucapan selamat datang yang tulus, menyapa setiap perwakilan distrik dengan penuh takzim.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Saudara-saudaraku sekalian. Di rumah yang sederhana ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai rekan organisasi, melainkan sebagai saudara seiman yang saling menguatkan,” ujar KH. Rohimin.
Beliau juga menyelipkan untaian permohonan maaf yang menyentuh sanubari. “Dalam setahun perjalanan kita, tentu ada tutur kata yang tak terjaga atau kebijakan yang kurang berkenan. Di momen yang fitri ini, secara pribadi dan kelembagaan, saya mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bersihkan hati agar langkah kita ke depan dalam membimbing umat senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.
Pesan beliau sangat jelas: bahwa tugas MUI ke depan akan semakin berat, dan hanya dengan modal kasih sayang ( mahabbah ) serta persatuan yang kokoh, tantangan tersebut dapat dilalui.
Puncak dari kehangatan acara ini adalah saat memasuki prosesi halal bihalal dengan saling bermaaf-maafan satu sama lain. makan bersama. Tidak ada sekat antara pengurus kabupaten dan distrik. Semua membaur dalam satu nampan dan hidangan yang sama, mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang kesetaraan dan persahabatan.
Obrolan-obrolan santai mengenai kondisi umat di distrik masing-masing mengalir ringan di sela-sela santap siang. Gelak tawa sesekali pecah, mencairkan suasana dan menghapus segala lelah. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol bahwa di MUI Nabire, setiap keberhasilan adalah hasil kerja keras kolektif, dan setiap tantangan akan dihadapi bersama secara kekeluargaan.
Melalui Halal Bihalal ini, MUI Kabupaten Nabire kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pengayom bagi masyarakat. Dengan semangat ukhuwah islamiyah yang telah diperbarui, para pengurus kembali ke distrik masing-masing dengan membawa "energi baru" untuk terus menebar kedamaian dan nilai-nilai keislaman di tanah Nabire tercinta.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Kabupaten Nabire senantiasa dijaga dalam kedamaian dan seluruh pengurus diberikan kekuatan untuk terus beristiqomah dalam jalan dakwah.
(Redaksi/Admin Nabire Muslim)


















