Nabire, Papua Tengah - Timurnews.id -- Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, mendorong para santri dan santriwati Pondok Pesantren dan Asrama Perguruan Nurul Yaqien untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, kedisiplinan, dan pembentukan akhlak mulia agar mampu menjadi kebanggaan daerah, bangsa, dan negara.
Pesan tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Nabire dalam kegiatan Haflah Akhirus Sanah 1447 Hijriah Pondok Pesantren dan Asrama Perguruan Nurul Yaqien yang berlangsung di Jalan Kesatrian, Kelurahan Girimulyo, Distrik Nabire, Sabtu (14/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Santri yang Berakhlakul Karimah, Berprestasi dan Bermanfaat bagi Umat” itu dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, tokoh agama, TNI-Polri, tenaga pendidik, santri, serta para orang tua wali santri.
Dalam sambutan Bupati Nabire yang dibacakannya, Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqien, para ustaz dan ustazah, serta seluruh tenaga pendidik yang selama ini telah bekerja keras membina generasi muda melalui pendidikan yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tengah
perkembangan zaman.
Ia mengatakan bahwa Haflah Akhirus Sanah bukan sekadar kegiatan seremonial penutupan tahun pelajaran, tetapi menjadi momentum untuk mensyukuri hasil proses pendidikan yang telah dilalui para santri selama satu tahun terakhir.
Kegiatan ini merupakan bukti bahwa pendidikan pesantren tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kepada para santri dan santriwati, Burhanuddin berpesan agar tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang maupun kondisi yang dimiliki saat ini.
Ia menegaskan bahwa banyak tokoh sukses yang lahir dari daerah sederhana, namun mampu mencapai keberhasilan karena memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, kerja keras, dan keteguhan dalam menjalankan nilai-nilai agama.
Tanamkan akhlak yang baik, integritas yang tinggi, dan semangat untuk terus belajar. Keberhasilan tidak ditentukan oleh asal-usul seseorang, tetapi oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan, doa, dan kerja keras,” katanya.
Menurutnya, setiap tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan harus dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk membentuk mental yang kuat dan karakter yang tangguh.
Burhanuddin juga mengajak para santri untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju perubahan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Selain memberikan motivasi kepada para santri, Wakil Bupati Nabire turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh orang tua dan wali santri yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan kepada Pondok Pesantren Nurul Yaqien dalam mendidik putra-putri mereka.
Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pesantren, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Burhanuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Nabire.
Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
“Masa depan Kabupaten Nabire berada di tangan generasi muda yang saat ini sedang kita didik dan persiapkan. Karena itu, mari bersama-sama membimbing mereka agar menjadi generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat,” tutupnya.
Kegiatan Haflah Akhirus Sanah 1447 H Pondok Pesantren dan Asrama Perguruan Nurul Yaqien berlangsung dengan aman dan lancar, serta ditutup dengan tausiah agama oleh K.H. Zudi Sarwojati dari Jombang, Jawa Timur dan doa bersama untuk kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Nabire.
Sumber: timurnews.id













